Berbagi Informasi Tentang Kehamilan, Perkembangan Janin, Kesehatan Bayi dan Tumbuh Kembang Buah Hati​

Ini Yang Sering Terjadi Pada Buah Hati Baru Lahir

Buah Hati Sering Menangis

Selama 9 bulan, buah hati merasa nyaman dalam kandungan Bunda. Setelah proses melahirkan, buah hati harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dari kandungan Bunda. Buah hati juga merasa bingung kenapa sekarang bisa ada di tempat ini.
Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi si Kecil dengan Bunda dan Ayah. Saling adaptasi dan belajar bersama si Kecil dan coba semua yang kira-kira bisa meredakan tangisnya. Menangis bisa karena lapar, gerah, perut kembung, ingin digendong, buang air, atau merasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya: Coba cek satu-satu badan si Kecil dan coba semua cara agar ia tenang kembali. Apakah dia buang air? Kalau iya, Bunda dan Ayah tinggal mengganti popoknya. Atau misalnya coba langsung disusui, apakah tangisnya berhenti? Jika iya, berarti si Kecil lapar dan haus.

Menyusui Buah Hati

ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk diberikan pada buah hati. Karena itu, Mam wajib memberikannya pada si Kecil yang baru lahir. Jangan lupa Bunda, ASI yang keluar setelah melahirkan namanya Kolostrum. Manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembang buah hati.
Usahakan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada si Kecil sesaat setelah melahirkan. Bantu si Kecil mendapatkan perlekatan yang baik saat menyusui. Mungkin saat awal-awal memang terlihat malas-malasan. Tenang Bunda, namanya juga belajar adaptasi.
“Breastfeeding isn’t just about milk. It’s also about LOVE”
Mam juga bisa mulai memompa payudara dengan breast-pump untuk melancarkan pemberian ASI. Ini karena pencernaan buah hati masih belum sempurna dan kadang gumoh. Satu-satunya cara adalah jangan lupa menyendawakan buah hati setelah menyusui ya, Bunda.

Masalah pencernaan Buah Hati

Rata-rata masalah pencernaan buah hati baru lahir itu adalah buah hati kolik, feses hitam, dan berat badan terus turun. Jika si Kecil menangis tidak berhenti bisa jadi buah hati kolik. Tidak apa-apa Bunda, karena pencernaan belum sempurna Mam-lah yang harus membantu si Kecil. Pijat perut si Kecil agar tidak terjadi kolik. Biasanya buah hati baru lahir akan sering mengalami kolik, apalagi kalau tidak menyendawakannya, perut si Kecil bisa kembung.
Selain itu, pencernaan buah hati yang belum sempurna biasanya akan membuat feses menjadi hitam (mekonium). Bundaharus lebih sering menyusui si Kecil. Perlahan fesesnya akan berubah Mam. Oh iya Bunda, jangan khawatir kalau si Kecil sering pup. Hal ini wajar selama masih ada ampasnya dan bukan diare.
Untuk buah hati baru lahir, berat badan pasti akan berkurang. Setelah beberapa waktu, berat badan si Kecil akan melesat tajam. Asal jangan lupa manajemen ASI yang tepat untuk si Kecil ya, Bunda!

Buah Hati Kuning

Biasanya ini yang bikin panik, buah hati jadi kuning sampai mata juga jadi agak berwarna kuning. Tenang Bunda, jangan panik. Bunda harus lebih sering menyusui si Kecil. Kedua, jangan lupa menjemur si Kecil setiap hari agar terkena sinar matahari pukul 8-10 pagi.
Bila masih berlanjut, Mam bisa mengubungi dokter anak untuk dicek kadar Bilirubinnya, perlu terapi sinar apa tidak. Sekadar sharing, saat baru lahir anak saya mengalami buah hati kuning pada hari ke-4 sampai ke-8 tapi tidak perlu sampai disinar. Cukup sering disusui dan dijemur. Hari ke-9 kembali normal.

Membersihkan Buah Hati

Ini yang membuat deg-degan Bunda dan Ayah, ya. Edisi memandikan buah hati, apalagi saat tali pusar masih ada, memang perlu hati-hati. Namun, jangan sampai tidak memandikan buah hati ya, Bunda. Pakai bak mandi dengan air hangat. Jangan lupa bersihkan kelopak mata dengan air hangat. Tidak perlu mandi lama-lama. Setelah seluruh tubuh si Kecil sudah disabuni, langsung bilas dan keringkan badan buah hati.
Bersihkan tali pusar perlahan dengan bola kapas steril dan keringkan lalu bungkus dengan kain kasa. Potong kuku buah hati secara berkala karena tumbuhnya sangat cepat. Kalau masih takut memotong kuku buah hati, lakukan saat si Kecil tidur. Ini agar si Kecil tidak menggaruk muka dan bagian tubuh lainnya.
Setelah buang air, bersihkan area dari depan ke belakang dengan tisu atau kapas basah. Jaga bagian tersebut selalu kering agar tidak muncul ruam.

Share Point Kebaikan Sosial Media​
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

© 2020 carabunda | All rights Reserved​