Berbagi Informasi Tentang Kehamilan, Perkembangan Janin, Kesehatan Bayi dan Tumbuh Kembang Buah Hati​

Begini Caranya Bunda Memandikan Bayi Berkulit Sensitif

Jangan Memandikan Bayi Terlalu Sering

Pada minggu-minggu awal kehidupan, bayi tidak perlu mandi sesering orang dewasa. Anda cukup memandikan bayi sekali sehari. Pada kondisi ini, hindari merendam tubuh bayi ke dalam bathtub atau bak mandi. Sebagai gantinya, gunakanlah sponge atau kain (waslap) yang sudah dibasahi untuk memercikkan air dan menyeka tubuh bayi ketika mandi. Ketika bayi sudah bertambah lebih besar, Anda dapat memandikannya sebanyak satu sampai dua kali sehari tergantung pada kondisi kulit bayi.

Gunakan Suhu Air yang Tepat

Mandikan bayi dengan air hangat dengan suhu sekitar 37-38 0C. Penggunaan air dengan suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah, misalnya hilangnya kelembapan alami dari kulit bayi dan membuatnya merasa tidak nyaman. Sementara itu, pada bayi yang memiliki kondisi dermatitis atopik, sebaiknya hindari mandi dengan suhu air yang terlalu panas dan tidak lebih dari 37 0C. Hal tersebut dapat mengikis lapisan minyak alami kulit dan membuat kulit menjadi kering sehingga rentan mengalami peradangan.

Perhatikan Durasi Waktu

Hindari memandikan bayi terlalu lama. Bayi yang masih memiliki kulit sensitif hanya memerlukan sekitar lima hingga sepuluh menit. Lebih dari itu, bukan tak mungkin kulit sensitif bayi akan mengalami kekeringan.

Gunakan Sabun Khusus Bayi

Pastikan produk perawatan bayi bersifat hipoalergenik atau berisiko lebih kecil untuk menyebabkan alergi. Sebaiknya, gunakan sabun yang memang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif bayi. Sabun seperti ini biasanya tidak mengandung pewangi atau senyawa antibakteri, tetapi mengandung canola oil dan vitamin E sebagai antioksidan yang terbukti mampu menjaga kelembapan serta kesehatan kulit bayi secara keseluruhan. Sabun jenis ini umumnya bersifat hypoallergenic alias ramah terhadap kulit yang alergi.

Sebaliknya, hindari penggunaan sabun antiseptik dan sabun yang mengandung aroma terlalu tajam (pewangi) serta senyawa paraben. Sabun yang mengandung antiseptik rentan membuat kulit bayi menjadi lebih kering, sedangkan sabun yang mengandung senyawa paraben dan pewangi dapat menyebabkan kulit bayi teriritasi. Satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan sabun, hindari menggosok permukaan kulit si Kecil terlalu keras atau berlebihan. Tindakan seperti ini dapat mengurangi lapisan sawar alias pelindung alami yang dimiliki kulit bayi.

Perhatikan Cara Mengeringkan Bayi dengan Handuk

Mengeringkan bayi setelah mandi juga perlu diperhatikan pada kulit sensitif bayi. Hindari mengeringkan bayi dengan cara menggosokkan handuk karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Keringkan bayi dengan menepuk-nepuk handuk secara halus. Pilihlah handuk yang berbahan halus untuk mengurangi risiko iritasi di kulit.

Gunakan Pelembap

Setelah mandi, kulit bayi akan kehilangan minyak alami yang menjaga kelembapan alaminya. Untuk itu, cara mengatasi kulit bayi yang sensitif salah satunya dengan mengoleskan pelembap khusus bayi sesaat setelah mandi.

Pelembap atau moisturizer berfungsi menahan air, sehingga kelembapan kulit akan terus terjaga. Untuk kulit yang sensitif, Anda dapat mengoleskan pelembap pada daerah yang kemerahan dan iritasi. Anda dapat memilih produk pelembap yang diformulasikan untuk kulit sensitif bayi.

Share Point Kebaikan Sosial Media​
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

© 2020 carabunda | All rights Reserved​