Apr 16

Tips Terapi Mengendalikan Marah dengan Mudah

Percayakah Anda bahwa kita mempunyai hak mengendalikan marah? dan dengan mudah? dan tentunya bisa kita latih skill tersebut???

Berikut bagaimana trik dan manajemen marah dari sisi psikologi (NLP) yang ternyata baginda Rasulullah telah mengajarkannya..

Siap membiasakannya???

Yukkk mariii…

======================================================================

“Bukanlah orang yang kuat itu diukur dengan kepandaiannya dalam bergulat mengalahkan lawannya, tetapi orang yang kuat itu orang yang dapat menguasai dirinya pada saat marah.” (HR Imam Ahmad)

 

“Jika salah seorang antara kalian marah sedang pada saat itu ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk. Namun jika tidak hilang juga marahnya, maka hendaklah ia berbaring.” (HR Imam Ahmad)

Kekuatan kita terletak pada sebuah kemampuan, yaitu:Â STATE MANAGEMENT.

(artinya mengubah kondisi fisiologis/fisik)

Salah satu konsep mendasar dalam NLP adalah sibernetika, yaitu saling berpengaruhnya kondisi fikiran dan fisik dalam membentuk sebuah state tertentu.

 

Menurut konsep ini:

FOKUS (Pikiran) + FISIOLOGI (Fisik) = STATE

yang kemudian akan menjadi PERILAKU dan pada akhirnya akan menentukan HASIL.

Hadits di atas secara tegas menunjukkan hubungan penting sibernetika yang dimaksud:

 

1. FOKUS pada Doa Ketika sedang marah:

 Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :

 

 A’UUDZU BILLAAHI MINASSYAITHOONIR RIJIIM. ALLOOHUMMAGHFIRLII DZANBII WA ADZHIB GHOIZHO QOLBII WA AJIRNII MINASSYAITHOON

 

 “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Ya Allah ampunilah segala dosaku, hilangkan marah di dalam hatiku dan peliharalah aku dari godaan syeitan yang terkutuk”.

 

 

2. Ubah FISIOLOGI:

“Jika salah seorang antara kalian marah sedang pada saat itu ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk. Namun jika tidak hilang juga marahnya, maka hendaklah ia berbaring.” (HR Imam Ahmad)

Efektifitas upaya mengubah state dari marah menjadi tidak marah, sangat ditentukan oleh kemampuan memahami perubahan state ini. Lebih dari itu, nilai pahala serta ibadah setiap amalan tentu saja tergantung pada niat dan hati.

by Ikhwan Sopa, trainer NLP.

 

===============================================================

 

tips terapi mengendalikan marahPengendalian marah intinya ada di manajemen perubahan STATE. Nah, berikut tips terapi yang biasa saya lakukan ketika marah itu datang…

1. SADARI bahwa kita sedang marah. (karna biasanya sadarnya jika sudah berlalu)

2. Setelah SADAR, Bisa Berdoa dan LANGSUNG UBAH STATE. Coba dicari state mana yang paling pas dengan diri kita. Apakah dengan duduk dulu, berbaring, atau kondisi yang lain: jongkok, loncat-loncat, berwudhu dll

3. SADARI–>AKUI–>TERIMA. Ketika kita sadar bahwa ada sesuatu yang membuat kita melabelinya sebagai ‘marah’ maka kita perlu MENGAKUI bahwa kita marah dan sebabnya kenapa. Lalu kita menerima marah itu.

“Oke,,,aku akui aku lagi marah karena bla..bla..bla…, baiklah..kuterima rasa marah itu…”

4. Marah biasanya memberi efek yang tidak nyaman pada bagian tubuh, seperti dada, bagian belakang kepala, atau bahkan perut. Nah, untuk ini kita bisa manfaatkan nafas kita. Tarik nafas, bayangkan kita mau mengambil dan melepaskan marah itu, dan hembuskan nafas yang panjang dan perlahan: bayangkan marah itu lepas dan pergi. ulangi beberapa kali.

Sentuh atau tepuk-tepuk dengan lembut bagian tubuh yang tidak nyaman tersebut.

Nah, teknik terakhir ini yang juga sangat powerful

5. Ketika seseorang marah dan tidak bisa mengendalikan, itu terjadi karena orang tersebut memposisikan dirinya (pikiran dan perasaannya) seolah MENYATU dengan marah. Keadaan seperti ini bisa disebut dengan asosiasi/melekat/menyatu.

Jadi, bagaimana agar bisa mengendalikan??

ya, lawannya asosiasi yakni DISASOSIASI. Kita memposisikan diri sebagai sudut pandang ketiga (menjadi pengamat) dari rasa marah itu. Bayangkan saja kita sedang mengamati marah itu, dan Subhanallah, marah itu lenyap dengan cepat.

Amati saja. Biarlah ia berlalu. Marah bukan diri kita. Diri kita pun bukan marah itu.

Amati saja sembari merasakan nafas yang keluar masuk. Sadari. Amati. Terima

Bisa sambil bilang ‘eh, rasa apa ini ya…eh eh…’ biasanya saya pakai cara ini, dalam hitungan detik kadar marah menurun drastis bahkan lenyap. Blasss! Bisa juga ketika kita sedih sampai berurai air mata, pakai teknik ini, maka akan menghentikan tangis kita dalam sekejap.

Pernah lihat anak kecil yang menangis lalu ibunya bilang ‘eh..eh..ada cicak, tuh tuhh..’ sambil mengarahkan kepala anaknya agar melihat ke atas. Fisiologis memang penting dalam manajamen STATE rasa.

Wah, ternyata ibu-ibu pun juga sudah mengaplikasikan teknik NLPÂ ya ;)

Kenapa kok bisa hilang? pertama karena pakai sudut pandang ketiga, kedua karna kita MEMBERI JEDA dan mengubah fokus dari rasa itu, seolah bilang STOP. (Stop kau mencuri hatiku.hatiku…eh!,,,, :D )

Nah, ketika jeda itu pikiran sadar atau logika kita akan mengambil alih dari pergolakan rasa tersebut dan memberi waktu untuk menentukan respon berikutnya.

AKSI/KEJADIAN ____(JEDA)____RESPON

Setiap ada kejadian / aksi akan ada reaksi dari diri manusia, tapi sebelum reaksi/ respon terjadi sebenarnya ada JEDA yang bisa kita manfaatkan akan memilih respon yang bagaimana atas kejadian tersebut. Manusia memang tak bebas memilih kejadian yang diterima dalam hidupnya, tapi manusia mempunyai kesempatan untuk menentukan RESPON terbaik yang bisa ia pilih.

Bagaimana??? Clear??

Semoga tips terapi di atas bermanfaat bagi kehidupan kita dalam mengendalikan marah … ^_^

(by CaraBunda.com)

Artikel rekomended untuk dipraktekan tentang terapi kesehatan–>6 Tips Memanfaatkan Self Healing untuk Kesehatan







Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/carabund/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1044