Nov 13

Ku Mulai Hari Ini dengan Bersyukur

Hari baru bergulir lagi. Ternyata aku masih hidup. Apakah hari ini akan sama atau akan kubuat berbeda? Aku pun masih bisa menghirup nafas. Udara masuk melalui hidungku. Udara pagi yang segar, walau badanku masih menempel mesra di tempat tidur. Ya, aku masih hidup hari ini. Bersyukurlah… ada suara gaib dari bagian diri yang lain melihatku masih asyik memejamkan mata sambil menggeliatkan badan

Oh ya, aku masih saja asyik berbaring, masih terpejam, aku pun tersenyum. Kuhirup dalam-dalam udara pagi perlahan. Masuk begitu lembut, menenangkan. Terima kasih ya Allah, terima kasih, terima kasih… Alhamdulillah..

Ku Mulai Hari ini dengan BersyukurKalimat sederhana itu mengawaliku dalam bersyukur hari ini , ya cukup berterima kasih dengan segenap perasaan bahagia, perasaan benar-benar berterima kasih. Bahkan tanpa kata pun, tanpa kata Tuhan sangat sangat Maha Mengetahui yang lembut yang bergetar di hati meski tak terucap sekalipun.

Terima kasih ya Allah..terima kasih..aku bersyukur padaMu atas hidup baru ini, Kau masih memberiku kehidupan, Kau membangunkanku dari mimpi tuk menjemput mimpiku di dunia ini..

Aku bersyukur atas nafas yang tak pernah putus, nafas yang tak pelit, atas udara yang begitu melimpah seperti rizkiMu yang begitu berlimpah dalam diriku, dalam hidupku.

Aku bersyukur saat ini selalu dalam limpahan cintaMu. Aku bersyukur atas segala nikmat yang sudah aku syukuri dan bahkan, pastinya banyak yang belum. Aku berterima kasih..menerima kasihMu..dan semoga karenanya aku bisa bersyukur dengan berkasih sayang terhadap diri ini dan sesama.

Bersyukur memang indah. Aku masih tiduran, masih terpejam, dan tentunya senyumku makin indah, walau belum mandi. Kubiarkan diri ini sejenak bermeditasi di atas kasurku yang empuk tuk menebarkan rasa syukur ini. Kata-kataku barangkali begitu lambat, kalah dengan gambar-gambar dalam pikiranku yang bergantian melintas memperlihatkan begitu banyak nikmat. Bagaimana dengan Anda? Ya biarlah gambar-gambar itu menari-nari mewakili syukurku atas nikmat-nikmatNya yang begitu berlimpah. Tak terangkai kata. Tapi, rasa tak pernah bisa bohong.

Bersyukur bisa menambah datangnya nikmat lain. Ia akan mengundang teman-temannya mendekat. Kenapa sih, kok bisa?Sebenarnya, bersyukur itu membangun kesadaran. Kesadaran akan pengalaman, akan kehidupan, akan hidup di saat ini yang dipenuhi banyak pemberian Tuhan.

Jika Anda bersyukur akan satu hal dalam hidup Anda, Anda bukan hanya akan ingat nikmat yang lain, tapi menjadi sadar. Ya sadar, bahwa hidupku, hidupmu, begitu banyak hadiah dan anugrah yang berlimpah menyelimuti diri ini setiap detiknya. Makanya, kesadaran itu akan meningkat, seperti orang yang naik ke tempat yang lebih tinggi. Ia akan bisa melihat banyak hal di sekelilingnya, di bawahnya. Wow, Ternyata, aku dikelilingi begitu banyak nikmat!!! Terima kasih Tuhan! Kesadaran akan terus naik ke tangga berikutnya, ketika kita menerima hidup ini, menerima segala bentuk kasih sayangNya.

Tuhan, aku bersyukur bukan karna agar nikmat-nikmat yang lain datang, aku bersyukur karena memang nikmat-nikmatMu, segala rizki dan kasihsayangMu bertebaran menyelimuti diriku, aku bersyukur agar bisa membuka tabir egoku yang menutupi ‘mata’ ini dari melihat semua keindahan itu.

Yes! Mood-ku yang bersemangat otomatis terbangun ketika ku mulai bersyukur pagi ini. Hatiku tenang dan damai. Aku siap memulai hari ini tuk menerima menyadari rezeki-rezekiNya dari berbagai arah. Aku siap melayani dan bermanfaat bagi sesama. Kutarik nafas panjang, dan aku hidup! Anda juga kan, pastinya selalu memulai hari dengan bersyukur ? Sip! Terima kasih…terima kasih…terima kasih.. :)







Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/carabund/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1044