Mar 04

Kisah: Keberuntungan karena takdir atau pikiran?

Carabunda.com ingin berbagi kisah yang semoga bermanfaat bagi para pembaca sahabat bunda. Kisah tentang keberuntungan, apakah ia datang karena takdir atau karena pikiran?

keberuntungan karena takdir atau pilihanPada suatu zaman dulu, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk” oleh rakyat. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.

Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja. Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, “Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang. Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!” seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuktos.

Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, “Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!” Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgang kan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, “Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita.”

Sang Jenderal menukas, “Apa iya sih?” sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi beruntung, bahagia atau sial dan menjadi tidak berbahagia. Jika keberuntungan,  bahagia atau tidak  diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya, keberuntungan maupun kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif.

Maka berpikirlah bahwa kita selalu dilimpahkan kebahagiaan, keberuntungan dan rahmatNya. Jadi, Keberuntungan itu karena takdir atau pikiran kita? :)

Semangat Bersinar menjalani hari ini… :)

“The most proactive thing we can do is to ‘be happy’,” begitu kata Stephen R. Covey dalam buku ’7 Habits’.

Share? :) [fblike]







Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/carabund/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1044