Apr 14

Ingin Sehat? Jadilah pemaaf

Setiap orang ingin sehat, termasuk saya dan Anda. Lalu apa hubungannya dengan memaafkan ya?

 sehat lahir batin dengan menjadi pemaaf

Dalam menjalani hidup ini, kita dihadapkan dengan dua pilihan: Disakiti atau menyakiti. Disinggung atau menyinggung. Pada saat kita menyakiti atau menyinggung orang, kita merasa tidak ada beban. Tapi pada saat kita disakiti atau disinggung orang, kita akan merasa sakit hati dan tidak ada keinginan untuk memaafkan. Timbul perasaan dendam. Padahal tidak memaafkan dan dendam itu dapat mengganggu kesehatan.

 

Semua orang tahu pentingnya kesehatan. Semua orang ingin hidup sehat. Untuk mewujudkan hidup sehat, orang berani mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan rupiah. Padahal untuk menjadi sehat kuncinya hanya satu, jadilah pemaaf (hindari sifat dendam).

 

“M A A F” hanya empat huruf tapi bagi banyak orang merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Meminta maaf sulit tapi lebih sulit lagi memberi maaf atau memaafkan. Emang iya sih banyak orang yang bilang kalau hanya maaf di bibir mudah tapi gak begitu dengan di hati. Tapi apa benar minta maaf dan memaafkan itu sulit? Benar! kalau belum tau caranya dan belum tau manfaatnya. Kalau tau cara dan manfaatnya minta maaf dan memaafkan akan menjadi mudah. Di bawah ini aku kasi kamu bocoran tentang manfaat memaafkan tapi kamu jangan kasi tau orang lain loh. Tar kalau mereka tau mereka bisa sehat.

 

Sebenarnya “Memaafkan dapat mengobati seseorang, perkawinan, keluarga, masyarakat, dan bahkan segenap bangsa. Memaafkan adalah sebuah keputusan dan sekaligus sebuah perubahan nyata dalam pengalaman emosi. Perubahan dalam emosi itu terkait erat dengan kesehatan raga dan jiwa yang lebih baik.”

 

Jadi ada hal yang perlu kita ingat dan camkan dalam hati yang paling dalam bahwa kita tidak pun menjadi bahagia dengan menyimpan kekesalan di hati. Yang ada, tubuh menjadi lelah karena hasrus menyimpan beban emosi yang tidak tersalurkan dengan baik.

 

Menurut banyak penelitian yang sedang berkembang dewasa ini, menyimpan dendam dan memelihara rasa sedih di hati dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Berita baiknya adalah, ada salah satu cara untuk mengurangi pengaruh buruk dendam atau rasa sedih berkepanjangan bagi kesehatan mental, yaitu dengan memaafkan. Memaafkan bisa mengurangi energi buruk untuk menciptakan kepahitan dan kebencian, demikian pendapat Michael McCullough dan Robert Emmons, peneliti masalah kebahagiaan yang mengedit buku ‘The Psychology of happiness’.

 

Orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yang berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tidak memaafkan memiliki aktifitas otak yang sama seperti otak orang yang sedang stress, marah dan melakukan pnyerangan (agresif).

 

Demikian pula, ada ketidaksamaan aktivitas hormone dan keadaan darah si pemaaf dibandingkan dengan si pendendam atau si pemarah. Pola hormone dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan bersesuaian dengan pola hormone emosi negative yang terkait dengan keadaan stress.

 

Sikap tidak memaafkan cenderung mengarah pada tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi. Keadaan hormone dan darah sebagaiman dipicu sikap tidak memaafkan ini berdampak buruk pada kesehatan.

Raut wajah, daya hantar kulit, dan detak jantung termasuk yang juga diteliti ilmuwan dalam kaitannya dengan sikap tidak memaafkan. Sikap tidak memaafkan memiliki tingkat penegangan otot alis mata lebih tinggi, daya hantar kulit lebih tinggi, dan tekanan darah lebih tinggi.

 

Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kesimpulannya, sikap tidak mau memaafkan yang sangat parah dapat berdampak buruk pada kesehatan dengan membiarkan keberadaan stress dalm diri orang tersebut. Hal ini akan memperhebat reaksi jantung dan pembuluh penyakit jantung dan pembuluh darah di saat sang penderita mengingat peristiwa buruk yang dialaminya.

 

Sebaliknya, sikap memaafkan berperan sebagai penyangga yang dapat menekan reaksi jantung dan pembuluh darah sekaligus memicu pemunculan tanggapan emosi positif yang menggantikan emosi negative.

Nah yang di atas ini baru penelitian manusia loh. Untuk mendukung pernyataan-pernyatan di atas mari kita lihat apa yang tertulis dalam kitab suci Al Quran.

 

Satu ayat berkenaan dengan memaafkan berbunyi:Â Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tapi barang siapa memaafakan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat baik) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang orang dzalim. QS Asy SYuuraa 42-40

Dengan demikian, Allah dengan jelas memerintahkan kepada kita untuk menjadi seorang pemaaf dan melapangkan dada seluas-luasnya untuk menerima kekurangan orang lain.

Orang yang tidak dapat menerima kekurangan orang lain dan tidak bisa memaafkan kekurangan tersebut adalah orang-orang yang bodoh, karena dengan tegas Allah berfirman, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf (baik) serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Q.S.7:199).

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.An-Nur,24:22).

 

Memaafkan yang diajarkan oleh agama Islam adalah memaafkan yang tulus dan tanpa tendensi apa pun. Sering kita dengar orang yang mengatakan dirinya telah memaafkan tapi raut wajahnya masih menampakkan kemarahan dan kebencian.

 

Memaafkan itu datang dari hati, bukan dari mulut saja. Memaafkan itu dilakukan bukan dengan melihat besar kecilnya kesalahan. Kesalahan tetaplah kesalahan dan memaafkan tetaplah memaafkan. Tidak boleh ada perbedaan besar kecilnya kealahan.

 

Perbuatan memaafkan bukanlah perbuatan yang hina. Nabi Muhammad bersabda, “Memaafkan tidaklah menambah sesuatu kepada seorang hamba kecuali kemuliaan. Oleh karena itu perbanyaklah kalian memaafkan, niscaya Allah akan memuliakan kalian.” (H.R.Ibnu Abiddunya)

 

Sumber:http://www.facebook.com/photo.php?fbid=233927246644002&set=at.202906473079413.45626.100000801859003.100002369594299.1259625041.100000715545438&type=1&theater

by Bambang Terapis Hati

===========================================================

Â

Dari para Sahabat…

Untuk Sahabat – Sahabatku…

 Memaafkan bukan berarti Anda melupakan apa yang telah terjadi…

Memaafkan

bukan berarti Anda membencinya…

Memaafkan bukan berarti Anda bersiap untuk membalasnya…

Memaafkan bukan berarti Anda melupakan kebaikan & kejahatannya…

Memaafkan bukan berarti Anda melupakan memory Anda tentangnya…

Memaafkan bukan berarti Anda suka atas apa yang telah terjadi…

Memaafkan bukan berarti Anda mengabaikan atas apa yang telah terjadi…

Memaafkan bukan berarti Anda suka pada orang yang menyakiti Anda…

Memaafkan bukan berarti Anda mengizinkan atau membiarkan orang yang menyakiti Anda kembali lagi dalam hidup Anda…

Memaafkan bukan berarti Anda melupakan “rasa” ini…

Memaafkan bukan berarti Anda mengabaikan “rasa” ini…

Memaafkan bukan berarti Anda memendam “rasa” ini…

Memaafkan bukan berarti Anda menahan “rasa ini…

AKAN TETAPI..

Memaafkan berarti Anda telah merelakan “rasa” ini…

Memaafkan berarti Anda telah melepas “rasa” ini…

Memaafkan berarti Anda telah mengikhlaskan “rasa” ini…

Memaafkan berarti Anda mengembalikan “rasa” ini pada Dzat yang memunculkan “rasa”…

Memaafkan berarti Anda telah memasrahkan perjalanan hidup Anda pada Dzat yang menggenggam kehidupan…

Memaafkan berarti Anda telah memasrahkan “rasa sakit” Anda pada Dzat yang maha kuasa… Maha pemberi “Kasih”… dan Maha pemberi “Sayang”…

Memaafkan berarti Anda tidak lagi merasa marah…

Tetapi mungkin Anda akan merasa sedih atau kasihan pada orang yang menyakiti Anda…

Memaafkan tidak mengharuskan Anda memberitahu orang lain…

Memaafkan bukan untuk orang yang menyakiti Anda…

TAPI, MEMAAFKAN ADALAH UNTUK ANDA SENDIRI

 

Memaafkan berarti Anda bisa mulai untuk sembuh…

Memaafkan berarti Anda mulai membuka lembaran baru… dengan cinta kasih…

Memaafkan berarti Anda membiarkan orang – orang yang lebih baik datang memberi cinta kasih pada Anda… Dan

Memaafkan berarti Anda menuju pada kebahagiaan hidup Anda…

By M. Zein Hidayat S.Psi

===================================================

Suatu saat Nabi Muhammad SAW saat di Masjid mengatakan kepada para Sahabat Setelah ini akan datang di pintu ini sesorang ahli Surga maka para sahabat pun mununggu di pintu itu ternyata yang lewat adalah sesorang badui ,ke esokan harinya Nabi Pun mengatakan setelah ini di pintu ini akan ada orang Ahli surga lantas para sahabat menunggu ternyata , orang Badui itu lagi yang telah lewat dan sampai hari ke 3 Nabi pun telah mengatakan begitu lagi , maka lantas Para Sahabat terheran apa amalan dari orang ahli surga itu maka Lantas salah satu dari sahabat membuntuti orang Badui ahli surga itu , sesampai di rumahnya sahabat tersbut mengatakan : Bolehkah aku tinggal di rumah mu selama 3 hari , Lantas seorang badui tersebut membolehkan sahabat Nabi untuk tinggal di rumah orang badui tersebut , hari demi hari terus berjalan Sahabat Nabi Makin terheran apa sih amalan dari orang badui ini maka Sahabat Nabi pun Langsung mengutarakan pertanyaan kepada orang badui tersebut : ya fulan apa amalan kesaharian mu sampai-sampai kamu dikatakan oleh Nabi engkau ahli surga Lantas Jawaban dari seorang badui tersebut :

 

“Amalan ke seharian ku biasa-biasa saja cuman di saat aku sebelum tidur aku aku selalu memaafkan orang yang bersalah kepada ku dan memaafkan salah-salah sesorang yang masih mau berbuat salah kepada ku” ,,Subhanallah ,,,

Yuk, mari sehat lahir batin dengan memaafkan







Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/carabund/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1044